AIR TERJUN GITGIT

Tentang Air Terjun Gitgit

Salah satu wisata yang terletak di Singaraja, Bali. Air terjun ini terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng yang berjarak 11 km ke arah selatan dari Singaraja. Air terjun ini mempunyai ketinggian 35 meter dan merupakan air terjun tertinggi di pulai Bali. Tempat ini cocok untuk pecinta wisata treking, dengan medan berkelok dan naik turun disertai pemandangan hutan yang alami


Sejarah

Ada cerita menarik seputar Sejarah Air Terjun dekat Singaraja ini, dijamin semenarik Sejarah Pantai Pandawa dan Sejarah Pura Tanah Lot. Pada zaman kolinialisme atau penjajahan, salah satu markas orang Belanda berada di daerah Persanggrahan Gitgit,

sejarahnya, objek Wisata Air Terjun Gitgit dulunya pebih populer dikenal dengan sebutan ” Ceburan Tuan “, yaitu tempat pemandian Tuan-tuan Belanda. seiring berjalannya waktu, di tahun 1939 akhirnya tempat ini dikembangkan menjadi tempat wisata oleh seorang Pegawai Belanda yang bernama Dr.Chooykas. Dr Chooykas pada saat itu adalah merupakan salah seorang Kepala Liefring Van der Tuuk yang kini dikenal dengan Gedong Kertya.


Harga Tiket

Air Terjun Gitgit menerapkan tiket masuk yang berbeda bagi pengunjung dewasa dan anak – anak. Meski begitu, tiket yang diterapkan masih sangat terjangkau. Bahkan dapat dikatakan murah.

Harga Tiket Masuk :

Dewasa       Rp 5.000

Anak – anak   Rp 3.000


Keindahan

Air Terjun Gitgit memiliki ketinggian kurang lebih 20 meter. Air terjunnya tidak terlalu lebar, namun tampak begitu tinggi. Yang mengalir sangat jernih dan deras, hingga tampak berwarna putih pekat. Begitu juga dengan kolam di bawahnya, yang berair jernih serta cukup dangkal.

Dinding air terjun terbuat dari batu kali yang berwarna hitam. Namun, sebagian besar permukaannya sudah tertutup oleh tanaman rambat serta lumut. Sehingga membuatnya tampak hijau seperti karpet yang menutupi lantai. Putihnya air terjun terlihat menyala diantara hijaunya tanaman yang menyelimuti dinding.

Di area kolam, terdapat bongkahan batu – batuan yang cukup besar. Pengunjung banyak yang duduk di area tersebut untuk mengambil foto dengan latar belakang air terjun. Selain itu, di dekat air terjun juga terdapat pondok yang dapat digunakan pengunjung untuk beristirahat. Ada juga pura kecil yang membuat suasana Bali begitu terasa.


Aktivitas

• Olahraga Canyoning Aktivitas ekstrim yang dapat dilakukan di objek wisata ini adalah canyoning. Canyoning berbeda dengan climbing, karena canyoning memiliki level lebih tinggi dari climbing. Dimana, pengunjung akan melintasi dan menuruni air terjun dengan air yang deras. Pengunjung akan merasakan dingin dan derasnya guyuran air terjun yang langsung mengenai tubuh. Dalam melakukan canyoning, pengunjung harus mengenakan peralatan yang baik supaya aman. Diantaranya wet suit, sepatu, helm, hardness, dan carbiner, serta tali khusus untuk canyoning. Dalam melakukan canyoning, pengunjung akan tetap didampingi oleh para praktisi yang sudah berpengalaman. Selain itu, pengunjung harus dapat melakukan teknik yang baik supaya tidak cedera dan tergelincir. Karena medan yang dilalui, pengunjung tidak hanya akan menuruni air terjun. Tapi, juga akan menuruni batu sepanjang empat meter. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menuruni batu sepanjang delapan meter. Tantangan utama adalah ketika melewati air terjun, karena harus melawan derasnya air dan licinnya batu.

• Berenang Dikolam Jernih Gitgit Waterfall Kolam di bawah Air Terjun Gitgit tidak terlalu dalam. Pengunjung dapat dengan bebas berenang di kolam ini. Airnya pun sangat jernih, bahkan pengunjung dapat menyaksikan dasar dari kolam. Tentunya, air di sini cukup dingin mengingat berasal langsung dari mata air. Pengunjung juga dapat berfoto di kolam ini dengan latar belakang air terjun yang indah. Beberapa pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berenang bersama. Ada yang bermain air di pinggiran kolam dan mencelupkan kaki saja sambil duduk – duduk. Tapi tentunya, tidak luput dari basahnya cipratan air terjun karena derasnya. Pengunjung juga dapat membawa pelampung yang memiliki aneka bentuk. Pelampung ini dapat digunakan sebagai properti untuk berfoto. Sehingga, gambar yang dihasilkan akan lebih terlihat istagramable.


Spot Foto

Objek wisata ini telah melengkapi diri dengan spot – spot foto yang menarik. Spot foto di sini tetap menggunakan kayu sehingga terkesan lebih menyatu dengan alam. Warna yang dipilih pun tetap natural, yaitu warna cokelat dari kayu. Warna cokelat kayu terlihat sangat indah berpadu dengan hijau asrinya lingkungan sekitar. Ada jembatan kayu sederhana yang letaknya di depan air terjun. Di jembatan ini, pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang air terjun. Air terjun akan tampak gagah tinggi berdiri di belakang menjadi latar foto. Mengingat ukuran jembatan yang kecil, sehingga tidak disarankan untuk berlama – lama berdiri di sini.

Ada juga spot foto berupa sarang burung yang lokasinya sedikit naik. Dari sini, pengunjung dapat menikmati air terjun dengan sudut pandang yang berbeda. Pengunjung juga dapat masuk ke sarang burung. Tenang saja, karena pengelola air terjun telah membuat spot foto ini aman untuk dinaiki.


Lokasi

Objek wisata ini berlokasi di Jalan Raya Bedugul – Singaraja, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Jaraknya kurang lebih 2 jam perjalanan darat dari Kota Denpasar, sementara dari Singaraja hanya 30 menit. Umumnya, pengunjung yang datang menggunakan transportasi pribadi. Atau pengunjung dapat menyewa kendaraan supaya lebih nyaman dalam transportasi


Wonderful Indonesia